Senin, 20 Oktober 2014

Tanda - tanda komunikasi (Semiotika)

  Semiotik secara etimologi berasal dari kata Yunani semeion yang berarti ”tanda”. Secara terminologi semiotik dapat didefinisikan sebagai ilmu tentang tanda-tanda. Ilmu ini menganggap bahwa fenomena sosial/masyarakat dan kebudayaan itu merupakan bentuk dari tanda- tanda. Adapun nama lain dari semiotika adalah semiologi. Jadi sesunguhnya kedua istilah ini mengandung pengertian yang persis sama, walaupun penggunaan salah satu dari kedua istilah tersebut biasanya menunjukkan pemikiran pemakainya.
            Contoh penerapan semiotika adalah saat ingin menyampaikan informasi yang cukup banyak ke masyarakat dalam suatu visual yg mudah dimengerti Bisa dikatakan semiotika adalah cara kita menyampaikan informasi melalui visual


Semiotika digolongkan menjadi 3, yaitu:
  1. Ikon, Sesuatu yang melaksanakan fungsi sebagai penanda yang serupa dengan bentuk objeknya. Didalam ikon hubungan antara penanda dan petanda nya memiliki kesamaan dalam beberapa kualitas. contoh: ikon semiotika berarti gambar yang mewakali sesuatu yg mirip, misal foto anak kulit hitam mewakili bangsa negro.
  2. Indeks, Merupakan tanda yang memiliki keterikatan eksistensi terhadap petandanya atau objeknya atau sesuatu yang melaksanakan fungsi sebagai penanda yang mengisyaratkan penandanya. Contoh Indeks dalam semiotika berarti mewakili sebab akibat, misal ada indeks asap berarti daerah situ ada sedang ada api/kebakaran
  3. Simbol, adalah suatu tanda yang sudah ada aturan atau kesepakatan yang dipatuhi bersama, simbol ini tidak bersifat global, karena setiap daerah memiliki simbol-simbol tersendiri seperti adat istiadat daerah yang satu belum tentu sama dengan adat-istiadat daerah yang lainnya. contoh Simbol palang putih dengan latar belakang merah sudah disepakati secara internasional bahwa tanda itu berarti “stop” atau larangan masuk.


Contoh aplikasi semiotika dalam komunikasi antara lain :
  • Media, Dalam konteks media massa, khususnya media cetak kajian semiotika adalah mengusut ideologi yang melatari pemberitaan.
  • Periklanan, Dalam perspektif semiotika iklan dikaji lewat sistem tanda dalam iklan, yang terdiri atas dua lambang yakni, lambang verbal (bahasa) dan lambang non verbal (bentuk dan warna yang disajikan dalam iklan). Dalam menganalisis iklan, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain: 
a)     Penanda dan petanda
b)     Gambar, indeks, simbol
c)      Sifat daya tarik yang dibuat untuk menjual produk
d)      Desain dari iklan
e)   Publikasi yang ditemukan dalam iklan dan khayalan yang diharapkan oleh    publikasi tersebut.

  • Tanda NonVerbal, Dalam hal pengaplikasian semiotika pada tanda nonverbal, yang penting untuk diperhatikan adalah pemahaman tentang bidang nonverbal yang berkaitan dengan benda konkret, nyata dan dapat dibuktikan melalui indera manusia. Pada dasarnya, aplikasi atau penerapan semiotika pada tanda nonverbal bertujuan untuk mencari dan menemukan makna yang terdapat pada benda-benda atau sesuatu yang bersifat nonverbal.
  • Film, Film umumnya dibangun dengan banyak tanda. Yang paling penting dalam film adalah gambar and suara. Film pada dasarnya bisa melibatkan bentuk-bentuk simbol visual dan linguistik untuk mengkodekan pesan yang sedang disampaikan.

Selasa, 14 Oktober 2014

Pesan (Kode Verbal dan nonverbal)

Pesan dalam proses komunikasi, tidak bisa melepaskan diri dari apa yang disebut:


  • Pesan
  • Kode
Simbol   : Lambang yang memiliki suatu objek
Kode      : Seperangkat simbol yang telah disusun secara sistematis dan teratur sehingga memiliki arti

Contoh  : Lampu peraturan lalu lintas yang dipasang dipinggir jalan adalah simbol polisi lalu lintas, sedangkan simbol warna yang disusun secara teratur adalah kode bagi pemakai jalan.

Kode Verbal
Kode verbal dalam pemakaiannya menggunakan bahasa. bahasa didefinisikan seperangkat kata yang telah disusun secara berstruktur sehingga menjadi kalimat yang mengandung arti. 
Fungsi Bahasa dama menciptakan komunikasi yang efektif:
    1. Untuk mempelajari dunia sekeliling kita
    2. Untuk membina hubungan yang baik sesama manusia
    3. Untuk menciptakan ikatan - ikatan dalam kehidupan manusia
Kode Nonverbal 
Kode nonverbal biasa disebut bahasa isyarat atau bahasa diam
               Penggunaan kode nonverbal dalam berkomunikasi memiliki fungsi:
  1. Meyakinkan apa yang diucapkan
  2. Menunjukan perasaan dan emosi yang tidak bisa diungkapkan dengan kata - kata
  3. Menunjukan jati diri sehingga orang lain dapat mengenalny
  4. Menambahkan atau melengkapi ucapan ucapan yang dirasa belum sempurna
             Kode nonverbal dapat dikelompokan dalam beberapa bentuk:
  1. Kinesis
  2. Gerakan Mata
  3. Sentuhan
  4. Paralanguage
  5. Diam


Referensi:



Sabtu, 20 September 2014

Komunikasi Verbal dan Nonverbal


  • Komunikasi Verbal
   komunikasi verbal adalah bentuk komunikasi yang disampaikan  komunikator kepada komunikan dalam bentuk lisan maupun tulisan. jenis komunikasi ini paling banyak digunakan manusia dalam kehidupan sehari - hari, dalam komunikasi ini manusia dapat menyampaikan apa gagasannya, pemikirannya, dan perasaannya. 

Contoh:  
  1. komunikasi verbal secara lisan  yaitu berbicara dengan seseorang, berpidato, diskusi
  2. komunikasi verbal secara lisan menggunakan media yaitu bercakap - cakap melalui telepon, video call.
  3. komunikasi verbal secara tulisan atau tidak langsung penyampaian informasi dilakukan dengan menggunakan media berupa surat, SMS.
  •  Komunikasi Nonverbal 
   Komunikasi NonVerbal adalah bentuk komunikasi yang disampaikan dalam bentuk gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, simbol-simbol. ketika seseorang melakukan komunikasi verbal, secara tidak langsung komunikasi nonverbal juga digunakan. komunikasi nonverbal bersifat ada dan tetap. bahkan, komunikasi nonverbal selalu lebih jujur dalam menyampaikan sesuatu karena bersifat spontan. 

Contoh:
  1. Sentuhan, sentuhan termasuk bersalaman, menggenggam tangan, pukulan, dan sebagainya. Masing-masing bentuk komunikasi ini menyampaikan pesan tentang tujuan atau perasaan dari sang penyentuh
  2. Gerakan tubuh, Gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frase, untuk mengilustrasikan atau menjelaskan sesuatu, dan menunjukkan perasaan
  3. Vokalik, Vokalik atau paralanguage yaitu cara berbicara. Contohnya adalah nada bicara, nada suara, keras atau lemahnya suara, kecepatan berbicara, kualitas suara, intonasi, dan lain-lain.
  4. Kronemik, Kronemik adalah bidang yang mempelajari penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal. Penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal meliputi durasi, ketepatan waktu. Contoh sedang bercakap-cakap dengan orang di sebuah tempat. Anda melihat orang yang anda ajak bercakap-cakap melihat jam tangannya berkali-kali. sebagai orang yang tanggap anda tentunya bisa menangkap maksud dari tindakannya. anda bisa mengatakan apakah ada janji, apakah ada sesuatu yang akan dikerjakan, dan lain-lain. sering melihat jam tangan saat berkomunikasi juga bisa menandakan bahwa orang tersebut menganggap waktu komunikasi sudah lama, atau bahkan terlalu lama.
Referensi




Senin, 08 September 2014

Komunikasi Interpersonal, Kelompok, dan antarbudaya

Komunikasi Interpersonal
adalah proses pertukaran informasi diantara seseorang atau biasanya dengan dua orang yang dapat diketahui feedbacknya.
Contoh: ketika saya menceritakan masalah dengan keluarga, saya akan mendapatkan feedback atau limbal balik yaitu berupa solusi dan sejenisnya
Faktor yang memepngaruhi komunikasi interpersonal menurut jalaludin Rakhmat (2007)
1.  Persepsi interpersonal, yaitu Pengaruh kebutuhan, kesiapan mental,   suasana emosional dan latar belakang budaya yang menentukan proses komunikasi  pada proses identifikasi oleh panca indra.
2.  Konsep diri, yaitu pandangan dan perasaan terhadap diri sendiri. setiap orang bertingkah laku sesuai dengan konsep dirinya.
3.  Atraksi Interpersonal, yaitu kesukaan terhadap orang lain, sikap positif dan daya tarik seseorang.
4. Hubungan Interpersonal, yaitu hubungan antara dua orang atau lebih yang saling memiliki ketergantungan

Komunikasi Kelompok
adalah komunikasi yang berlangsung antara 3 orang atau lebih yang memiliki tujuan tertentu dan saling bertukar informasi.
Contoh: Sebuah perusahaan rapat dengan kliennya untuk tujuan finansial
Dan B. Curtis, James J.Floyd, dan Jerril L. Winsor (2005, h. 149) menyatakan komunikasi kelompok terjani ketika tiga orang atau lebih bertatap muka, biasanya di bawah pengarahan seorang pemimpin untuk mencapai tujuan atau sasaran bersama dan mempengaruhi satu sama lain. Lebih mendalam ketiga ilmuwan tersebut menjabarkan sifat-sifat komunikasi kelompok sebagai berikut:


  1. Kelompok berkomunikasi melalui tatap muka
  2. Kelompok memiliki sedikit partisipan
  3. Kelompok bekerja di bawah arahan seseorang pemimpin
  4. Kelompok membagi tujuan atau sasaran bersama
  5. Anggota kelompok memiliki pengaruh atas satu sama lain.

Komunikasi Antarbudaya
adalah komunikasi yang terjadi antara orang - orang yang memiliki kebudayaan (cara hidup yang dianut sebuah kelompok) berbeda yaitu  berbeda ras, ekonomi, bahasa dan sebagainya.
Prinsip komunikasi antarbudaya:


  •    Relativitas Bahasa, bahasa mempengaruhi pemikiran dan perilaku seseorang, oleh karena itu penggunaan bahasa yang berbeda akan mempengaruhi pandangan pola pikir tentang dunia yang berbeda.
  •   Bahasa Sebagai Cermin Budaya, perbedaan budaya mempengaruhi pemahaman saat  saling berkomunikasi dan semakin besar perbedaan budaya makin sulit memahami  komunikasi, lebih banyak kesalahan kalimat, lebih besar  kemungkinan salah paham.
  •    Kesadaran Diri dan Perbedaan Antarbudaya, pada saat berkomunikasi perbedaan antarbudaya membuat kesadaran diri lebih waspada untuk mencegah mengatakan hal-hal yang mungkin terasa tidak patut dan membuat komuikator menjadi terlalu berhati-hati, tidak spontan, dan kurang percaya diri.



Selasa, 02 September 2014

Iklan Negatif dan mempengaruhi tujuan


Iklan lasegar
Iklan produk minuman larutan penyegar "lasegar" seperti yang kita ketahui iklan tersebut model laki-laki hanya memakai underwear atau celana renang dalam segitiga yang sangat mini dan ketat, hal ini bisa memicu fantasi berlebih di benak anak-anak yang menonton iklan tersebut . Banyak orang yang mempertanyakan perihal sensor terkait tayangan yang mempertontonkan laki-laki atletis yang hanya mengenakan celana dalam saja.  Walau hanya beberapa detik, namun tetap saja iklan itu dinilai tidak sehat. 


Diakun jejaring sosial hal itu telah lama menjadi perdebatan. Ada yang bilang wajar saja, karena tema iklannya seputar olahraga loncatindah di kolam renang yang mewajibkan berpakaian minim.

Senin, 01 September 2014

Komunikasi Intrapersonal

Pengertian
   Komunikasi Intrapersonal yaitu proses komunikasi dengan diri sendiri yang akan mempengaruhi kualitas komunikasi dengan orang lain. Pengetahuan mengenai diri pribadi melalui proses-proses psikologis  terjadi saat berlangsungnya komunikasi oleh komunikator.

Bentuk Komunikasi Intrapersonal
      Memahami apa yang terjadi ketika orang saling berkomunikasi merupakan bentuk komunikasi intrapersonal. Aktivitas dari komunikasi intrapersonal yang dilakukan sehari-hari untuk memahami diri pribadi diantaranya berdo'a, bersyukur, instrospeksi diri dengan meninjau perbuatan kita dan reaksi hati nurani kita, mendayagunakan kehendak bebas, dan berimajinasi secara kreatif.  sedangkan Aktivitas dari komunikasi intrapersonal saat berkomunikasi contohnya saat berbicara dan berpikir negatif dengan diri sendiri tentang seseorang dalam bentuk prasangka buruk maka kemungkinan besar akan kehilangan rasa nyaman saat berkomunikasi dengan orang tersebut.

Proses Pengelolaan Informasi
1.Sensasi
Sensasi  merupakan fungsi alat indra dalam menerima informasi dari lingkungan sangat penting. Melalui alat indra, manusia dapat memahami kualitas fisik lingkungannya. sensasi merupakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh alat-alat indera manusia untuk menginterpretasikan lingkungan disekitarnya
2.Persepsi
Persepsi ialah memberikan makna pada stimuli indrawi. Hubungan sensasi dengan persepsi sudah jelas. Sensasi adalah bagian dari persepsi. Walaupun begitu, menafsirkan makna informasi indrawi tidak hanya melibatkan sensasi, tetapi juga atensi, ekspektasi, motivasi, dan memori (Desiderato, 1976:129). Persepsi seperti juga sensasi, ditentukan oleh faktor personal dan faktor situasional.
3.Memori
Memori adalah sistem yang sangat berstruktur, yang menyebabkan organisme sanggup merekam fakta tentang dunia dan menggunakan pengetahuannya untuk membimbing perilakunya(Schlessinger dan Groves, 1976). Setiap saat stimuli mengenai indra kita, setiap saat pula stimuli itu direkam secara sadar atau tidak sadar.oleh memori kita.
4. Berfikir
Jelas berpikir melibatkan penggunaan lambang, visual, atau grafis. Berpikir kita lakukan untuk memahami realitas dalam rangka mengambil keputusan, memecahkan persoalan, dan menghasilkan yang baru.

Referensi

Sabtu, 27 Juli 2013

BIODATA


  • Nama: Desi AdindaWati
  • Kelas: XII-D
  • Program Keahlian: Multimedia
  • Tgl Lahir: 29,Januari 1996
  • Tujuan Hidup: Setelah lulus dari Grafika YL, ingin kuliah di bidang penyiaran. Jika ada kesempatan untuk bekerja sambil kuliah saya akan bekerja sambil kuliah. Bekerja di suatu stasiun televisi di bagian suatu ruangan master control room, menjadi seorang CG man, Switcher man, PD dan sebagai nya. Dan bisa membahagiakan orang tua pasti dengan menjadi orang yang baik, taat dengan Allah, orang tua.