Semiotik
secara etimologi berasal dari kata Yunani semeion yang berarti ”tanda”. Secara
terminologi semiotik dapat didefinisikan sebagai ilmu tentang tanda-tanda. Ilmu
ini menganggap bahwa fenomena sosial/masyarakat dan kebudayaan itu merupakan
bentuk dari tanda- tanda. Adapun nama lain dari semiotika adalah semiologi.
Jadi sesunguhnya kedua istilah ini mengandung pengertian yang persis sama,
walaupun penggunaan salah satu dari kedua istilah tersebut biasanya menunjukkan
pemikiran pemakainya.
Contoh penerapan semiotika adalah
saat ingin menyampaikan informasi yang cukup banyak ke masyarakat dalam suatu
visual yg mudah dimengerti Bisa dikatakan semiotika adalah cara kita
menyampaikan informasi melalui visual
Semiotika
digolongkan menjadi 3, yaitu:
- Ikon, Sesuatu yang melaksanakan fungsi sebagai penanda yang serupa dengan bentuk objeknya. Didalam ikon hubungan antara penanda dan petanda nya memiliki kesamaan dalam beberapa kualitas. contoh: ikon semiotika berarti gambar yang mewakali sesuatu yg mirip, misal foto anak kulit hitam mewakili bangsa negro.
- Indeks, Merupakan tanda yang memiliki keterikatan eksistensi terhadap petandanya atau objeknya atau sesuatu yang melaksanakan fungsi sebagai penanda yang mengisyaratkan penandanya. Contoh Indeks dalam semiotika berarti mewakili sebab akibat, misal ada indeks asap berarti daerah situ ada sedang ada api/kebakaran
- Simbol, adalah suatu tanda yang sudah ada aturan atau kesepakatan yang dipatuhi bersama, simbol ini tidak bersifat global, karena setiap daerah memiliki simbol-simbol tersendiri seperti adat istiadat daerah yang satu belum tentu sama dengan adat-istiadat daerah yang lainnya. contoh Simbol palang putih dengan latar belakang merah sudah disepakati secara internasional bahwa tanda itu berarti “stop” atau larangan masuk.
Contoh
aplikasi semiotika dalam komunikasi antara lain :
- Media, Dalam konteks media massa, khususnya media cetak kajian semiotika adalah mengusut ideologi yang melatari pemberitaan.
- Periklanan, Dalam perspektif semiotika iklan dikaji lewat sistem tanda dalam iklan, yang terdiri atas dua lambang yakni, lambang verbal (bahasa) dan lambang non verbal (bentuk dan warna yang disajikan dalam iklan). Dalam menganalisis iklan, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
a) Penanda dan petanda
b) Gambar, indeks, simbol
c) Sifat daya tarik yang dibuat untuk menjual
produk
d) Desain dari iklan
e) Publikasi yang ditemukan dalam iklan dan
khayalan yang diharapkan oleh publikasi tersebut.
- Tanda NonVerbal, Dalam hal pengaplikasian semiotika pada tanda nonverbal, yang penting untuk diperhatikan adalah pemahaman tentang bidang nonverbal yang berkaitan dengan benda konkret, nyata dan dapat dibuktikan melalui indera manusia. Pada dasarnya, aplikasi atau penerapan semiotika pada tanda nonverbal bertujuan untuk mencari dan menemukan makna yang terdapat pada benda-benda atau sesuatu yang bersifat nonverbal.
- Film, Film umumnya dibangun dengan banyak tanda. Yang paling penting dalam film adalah gambar and suara. Film pada dasarnya bisa melibatkan bentuk-bentuk simbol visual dan linguistik untuk mengkodekan pesan yang sedang disampaikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar